Minggu, 16 Mei 2010

Sahabat Pena

Aku memulai dunia surat menyurat sejak kelas 3 SD. Waktu itu, Desember 2007, aku ikut bapakku membeli koran. Lalu aku minta dibelikan Majalah Bobo. Saat membaca rubrik 'apa kabar, Bo?', aku berminat untuk mencari sahabat pena.

Lalu aku mengirim surat pada salah satu pembaca Bobo yang alamatnya tercantum disitu. Sapenku kini telah 20-30 an. Diantaranya adalah:
Melinda, Kanzha, Icha, Fitri, Afina, Sabrina, Avy, Ananda, Dei, Dini, Yayu, Utari, Firah, Lindia, Rosa, Wiku, Lita, dan masih banyaaaaaak.... lagi! Aku aja nyebutin yang masih aku inget!

Sapenku berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari Palembang, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Denpasar, Bekasi, Tangerang, Papua, dll.

Mempunyai sahabat pena juga memberikan manfaat, lo! Salah satunya adalah, kita tahu apa keistimewaan kota yang ditinggali sapen kita. Jadi, ayo berburu sapen!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar